Ukuran gorden dan karpet serta jalur berjalan yang jelas membantu ruang tamu terasa lebih utuh dan nyaman digunakan.

Ruang tamu dapat terasa sempit meskipun perabotnya sudah dipilih dengan baik. Video ini memperlihatkan tiga hal yang memengaruhi kesan ruang: gorden yang terlalu kecil, karpet yang kurang menyatukan kelompok furnitur, dan jalur berjalan yang memotong area menonton televisi.

Sesuaikan ukuran gorden dengan bidang dinding.

Video menyarankan gorden yang lebih lebar, bahkan membentang satu bidang dinding dari plafon hingga mendekati batas plint lantai. Bentangan kain yang utuh membantu tampilan bukaan terasa lebih rapi. Ilustrasi juga menyebut kelonggaran sekitar 2–5 cm pada sisi-sisinya; sesuaikan detail akhir dengan rel, bukaan, dan kondisi pemasangan.

Gunakan karpet untuk menyatukan area duduk.

Karpet yang terlalu kecil dapat membuat sofa, meja, dan kursi terlihat seperti bagian yang terpisah. Pada contoh video, ukuran karpet diperbesar agar dapat menampung kelompok furnitur dengan lebih utuh. Ukur susunan perabot secara keseluruhan sebelum memilih karpet agar proporsinya mendukung ruang.

Pisahkan jalur berjalan dari area menonton.

Hindari menempatkan furnitur di jalur sirkulasi utama, terutama bila orang yang lewat harus melintas antara sofa dan televisi. Video memperlihatkan pemisahan jalur berjalan dari area menonton agar aktivitas tidak saling mengganggu. Telusuri jalur dari pintu masuk menuju ruang lain saat menyusun denah.

Lihat gorden, karpet, dan perabot sebagai satu kesatuan.

Mulai dari posisi sofa dan televisi, lalu tentukan area karpet, bentangan gorden, serta jalur sirkulasinya. Uji ruang ketika orang duduk, berjalan, dan membuka gorden. Penataan yang mempertimbangkan semua kegiatan tersebut membantu ruang terasa lebih lega sekaligus tetap berfungsi dengan baik.

THE AUTHOR

Hans Galdino / Kediamanku

Design & Build. Berbagi catatan tentang perencanaan ruang, pemilihan material, dan detail interior yang dekat dengan keseharian.

Kembali ke Insight